Showing posts with label lapis. Show all posts
Showing posts with label lapis. Show all posts

Friday, January 8, 2016

LAPSUR, LAPIS SURABAYA yang tetep menjadi PRIMADONA

Masih tentang setoran di NCC Masakan Ibu yaa.. Kali ini bikin lapsur, lapis surabaya. Yang dari dulu saya ogah bikin karena pakai banyak telur. Tapi akhirnya jebol juga pertahannya haha. Setelah sukses begini, gak nyesel pecahin banyak telur dan malah pengen bikin lagi yang lebih gede haha

Tema NCC weeks kali ini sungguh membuat bergejolak dalam hati nih. Gimana tidak, saat membuka contekan resep tulisan tangan, resep dari ibu. Entah ya ibu kenapa hafal diluar kepala resep ini. Saya hanya tanya bagaimana resepnya dan saya tulis di lembaran kertas biasa. Membuat otak ini memutar memori lama. Yang saya ingat dulu ibu bikin kue ini jarang sekali, hanya untuk acara-acara tertentu, seperti ulang tahun kami. Tapi tanpa dibalut buttercream dan juga tanpa lilin. Lama tersimpan resep ini di kumpulan coretan resep-resep saya dan akhirnya saat ini tergoda untuk mencoba. Tapi ini bukan untuk ulang tahun, melaikan untuk merayakan hari ibu.. Selamat hari ibu untuk semua ibu di dunia. Kami sayang kamu, ibuk.. :)
-- ini bikinnya sudah bulan lalu hahaha, maafkan baru posting sekarang :D --

Monday, February 2, 2015

KUE LAPIS BERAS BATIK

Jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras ini banyak digemari karena gurih dari santal kental yang membuat kenting dan legit makin pengen untuk menggigit!

Sensasi "ngelentek" tiap lapis itu adalah seni saat memakan kue lapis. Terkadang malah sambil di gulung haha.. Tapi sebagian orang ya langsung aja di gigit gitu aja.. Terserah pada yang mau makan. hihi.. Disini saya bukan mengulas mengenai cara makan si lapis ini, tapi saya ingin sesuatu yang berbeda dari tampilan dari kue lapis. Yang biasanya tampilan lapis hanya dari 2 atau 3warna saja yang di bikin lapisan. Kali ini saya bikin bermotif, awalnya saya menyebut ini hanya kue lapis beras batik. Karesa saya tidak tau motif batik apa yang terbentuk karena saya hanya membuat warna sebaris sebaris berselang seling saat mengukusnya. Tapi setelah share sama temen-temen ini ada yang menyebut dengan motif tenun ikat atau motif batik rangrang. Setelah browsing, iya bener ternyata mirip sama kedua motif tersebut. Yippy! akhirnya punya nama juga nih motif si lapis hihi. Namun, saat ini saya masih hanya menyebut dengan kue lapis beras batik begitu saja, karena yang ini warna kurang gonjreng dan lapisan putih nya terlalu tipis, jd warna seakan berbaur. Next, insyaallah kalau saya bikin lagi motifnya akan saya pertajam dan tampil dengan nama motif rangrang atau tenun ikat.