Saturday, May 17, 2014

FRIED BABY SHRIMP

Keren ya judulnya? hihihi. Padahal cuma udang goreng tepung. Cuma kali ini pakai udang yang kecil-kecil. Udang apa ya namanya.. Disini sih nyebutnya urang cilik-cilik karena bentuknya kecil-kecil banget. Biasanya orang-orang sini beli untuk dimasak botok atau rempeyek udang. Kalau saya mah gak bisa bikin botok, bumbunya udah plek sama persis, tp rasanya jauh berbeda haha.. Kalau pingin botok tinggal beli saja :D. Kalau bikin rempeyek kok ya lagi malas berhadapan dengan kompor lama-lama. Jadi di goreng tepung saja. Akilla juga doyan kalau di goreng model begini. Kriuk-kriuk. Pertama kali makan udang goreng kecil-kecil begini ini waktu itu di waduk selorejo. Disana banyak banget ikan-ikanan. Rata-rata semua di goreng. Yang paling saya suka ya udang kecil-kecil ini dan wader goreng. Kriuk-kriuk enak.. Pas pulang juga selalu mbungkus. Sampai rumah tinggal ngangetin aja sebentar biar kriuk-kriuknya ada lagi. Sampai pernah si Akilla nangis minta lagi, padahal dia sendiri yang ngabisin haha.. Saking senengnya. :D

Pernah saya bela-belain ke pasar buat nyari si udang kecil ini, tp satu pasar penjual ikan gak ada yang jual. Adanya udang yang besar-besar. Ya itu hanya karena si Akilla tiba-tiba ingat si udang kecil-kecil. Duuhh.. Tp untungnya si Akilla ini kalau emang gak ada dia gak maksa harus ada. Nah, pagi tadi di penjual sayur ada beberapa bungkus udang kecil-kecil ini. Saya ambil 2 bungkus sekaligus, beratnya 250gr masing-masing bungkus. Harganya cukup murah, 7000/bungkus. Berhubung saya ambil 2bungkus jadi dikasih harga 13rb untuk 2bungkus yang saya beli. hihihi.. didiskon :D

Friday, May 16, 2014

Pizza Rolls

Ini hasil kecelakaan. Kok bisa? Lha iya, niatnya mau bikin roti isi keju mozza + mountain Keju Indrakilla gitu aja, gak pakai bawang-bawangan atau bahkan saos. Roti sudah jadi, tinggal proofing, dan di tengah perjalanan mencari filling keju kok ya nemu saos pizza, sisa bikin pizza kemaren. Trus ada kucai juga ngganggur. Berbelok arahlah penjadi pizza rolls. hihihi. Gaya-gaya'an bikin roti di gulung atau bahasa kerennya di roll, padahal masih amatiran banget kalau masah gulung menggulung. Hasilnya kurang rapet dan kurang tipis. Mungkin next kalau mau niat bikin pizza rolls, doughnya tetep ada pakai resep dough pizza jadi gak terlalu mulur dan lembut, jadi mudah untuk menggulungnya dan tidak cepet mengembang. Atau kalau niat juga buat bikin roll bread alias roti gulung fillingnya jangan keju mozza, meleleh kejunya jd ambleess, karena gak ada penopang dough di bagian bawah, jadinya kurang cantik. Alah tak apalah, mak lep masuk mulut ae lak wes haha

Jadinya kurang cantik bukan? Kurang menyala warnanya, mungkin bisa di tambah paprika merah. Yaelaahhh baru ingat, padahal di kulkas ada, dasar pikun :p. Tadi mikirku malah ke tomat, tp gak punya. Hmm.. keburu busuk itu paprika di kulkas hehe.

Tuesday, May 13, 2014

BAGELAN

Bagelan atau roti kering. Ini adalah salah satu cemilan yang disukai bapak saya, di celup sama kopi menemani jam istirahat beliau. Aahh, jadi kangen bapak kalau ingat si bagelan ini :).

Setahu saya dulu, roti kering ini dikemas dan dijual lagi karena masa ekspired roti yang sesungguhnya, misal roti tawar atau roti manis telah berakhir. Jadi daripada di buang, oleh produsen di olah kembali menjadi roti kering ini atau sering disebut bagelan. Nah, karena alasan itulah, saat membeli bagelan harus ditempat-tempat yang bener-bener meyakinkan, gak di sembarang toko kami membelinya, takutnya roti yang sudah berjamur malah di sulap dijadikan bagelan ini hiii sereeemmm.. Tapi ada pula kok produsen roti yang memang memproduksi bagelan dari roti yang memang bener-bener buat bagelan, biasanya bentuknya bulat kecil-kecil, dibelah jadi 2. Rasanya manis, gurih, kriuukk.. Daaannn, kali ini saya bikin bagelan sayangnya berdasarkan alasan pertama hihihi.. Di recycle hihihi. Tapi tenang masih layak konsumsi kok, gak sampai berjamur :D. Sebenernya ini adalah roti burger. Seperti biasa Akilla ini penggila burger, saya sering bikin burger. Akilla gak bosen, Mama sama Bapaknya yang bosen haha. Kemaren bikin jadi 13pcs, nah sisa 3pcs, Mamanya malas banget mau bikin burger, soale selada, timun dan tomatnya habis. Disulaplah jadi bagelan ala nandangwuyung hihihi.

Monday, May 12, 2014

SUP SUM-SUM TULANG SAPI

Sup sum-sum tulang sapi ini emang bener-bener ngangenin, sensasi menyeruputnya itu yang susah di lupakan. Dan ada "kenyil-kenyil" yang menempel di pinggir-pinggir tulangnya itu sesuatu banget saat berusaha di "krikiti" atau di lebih mudah dengan cara diiris pakai pisau steak :D. Pluusss, rasa sup yang semakin gurih karena kaldu tulang dan sum-sumnya. Srupuuuutttt, makin yahuuudd!.


Tulang sapi ini bagian dari dengkul/lutut kaki sapi yang berisikan sum-sum. Kalau tulang bagian lain gak ada sum-sumnya. Sumsum tulang sapi ini adalah jaringan lemak yang berada dalam rongga bagian dalam. Sum-sum tersebut berfungsi sebagai pusat pembentukan sel-sel darah baru, berupa sel darah merah ataupun sel darah putih. Selain itu sumsum juga mengandung lemak yang berupa lemak jenuh dan kolesterol. Sedangkan sumsum yang dihasilkan oleh tulang belakang berwarna lebih putih daripada sumsum dari kaki. Sumsum tulang belakang juga merupakan tempat dibentuknya sel darah, baik itu sel darah merah atau sel darh putih yang tentunya banyak mengandung zat besi. Oleh sebab itu seseorang yang yang kekurangan zat besi, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi sumsum, selain makan daging merah dan hati tentunya. Tetapi dengan catatan jangan terlalu banyak karena kandungan kolesterol dari sumsum sangatlah tinggi yang tentunya akan memicu penyakit lainnya. (sumber: disini)
Tapi dari sumber yang disini, saya memperoleh informasi tentang manfaat yang di dapat dari si sumsum ini, yaitu,
- meningkatkan fungsi otak intelegensi anak
- memelihara tulang dan gigi
- mencegah dan mengobati osteoporosis
- meningkatkan kekebalan dan daya tahan tubuh
- mempercepat proses penyembuhan pasien cidera/patah tulang
Dari ulasan diatas intinya baiklah bagi tubuh, selama kita mengkonsumsinya dalam batas wajar, gak berlebihan. Jangankan sum-sum, makanan apapun kalau berlebihan juga gak baik kan? :)

Tuesday, May 6, 2014

MILO SHAKE FLOAT

Ini adalah salah satu cara biar Akilla mau minum milo yang beli sekantong 1kilogram. Byuuhhh, mamanya lagi gak ngukur nih kalau anaknya gak doyan susu, walaupun milo. Mau sih minum susu, tapi susu uht dan itupun paling sekotak kecil 125ml saja, itupun gak setiap hari minum susu dan harus dingin dari kulkas. Milo juga gitu, harus dalam kondisi dingin saat minumnya, kalau hangat paling cuma sesruputan doang abis itu emoh dan berlajut di mulut mamanya wakakak. Akibatnya susu uht ataupun milo di rubah tampilannya jadi es krim ataupun milo shake. Kalau seperti itu Akilla pasti doyannya hehe.

PUMPKIN CAKE GFF

Nah itu dia olahan si kabocha kemaren yang telah di belah dan dikukus trus dibikin pure. Berhubung sudah janji sama temen yang anaknya tanpa mengkonsumsi gluten, karena anaknya berkebutuhan khusus. Janji itu sudah lamaaaa sekali, entah kapan tepatnya. Gak janji sama temenku sih, tp sama diriku sendiri. Soale anaknya ini kan temen sekolah Akilla, setiap kali Akilla bawa kue bergluten, anak temenku ini gak bisa makan. Jadi muncullah pengen bikinin buat anak tersebut. Dulu sepet bikin pie susu yang free gluten juga, tp kok ya malah tak campur cokelat bubuk, weleeehhh podo ae gak boleh untuk anak berkebutuhan khusus. Nah kemaren akhirnya menyempatkan diri bikin yang free gluten, masih tetep dengan tepung GFF. Tepung apa itu, klik aja lagi di postingan pie susu :)

Monday, May 5, 2014

KABOCHA si PUMPKIN / LABU JEPANG

Punya kabocha atau biasanya di sebut labu jepang atau pumpkin. Sejenis dengan labu kuning yang sering kita temukan di sekitar kita, cuma bentuknya ini lebih imut. Duluuu, beli kabocha ini buat MPASI Akilla di bikin pure. Kalau di bandingkan sih labu kuning biasa itu kulit luarnya kuning kusam, tekturnya lebih lembek, seratnya lebih besar dan rasanya gak sebegitu manis, sedangkan untuk si kabocha ini kulit luarnya warna orange cerah, tektusnya lebih padat, berserat halus dan rasanya lebih legit, tapii gak begitu manis yaa.. cocok buat MPASI baby, rasanya soft :)

Nah, sekitar 3minggu yang lalu saya dan suami pulang kerumah mertua, dan disana saya jalan-jalan ke Telaga Sarangan, seperti biasa pasarnya selalu jadi sasaran empuk bagi saya, apalagi tersedia berbagai sayur mayur, kalau rumah deket sudah kubeli macam-macam sayur tersebut, karena harganya murah-murah, tp sayang masih harus di tempuh dengan perjalanan sekitar 6jam membawa sayur mayur tersebut, apa ya gak layu bahkan busuk sampai di Malang hihihi, terlebih lagi dapat omelan si bapak kalau bawa barang banyak hihihi. Akhirnya disana cuma beli bawang bombai dan si kabocha ini.. Pikirku saat itu aduuuhhh pasti cantik nanti kue yang saya bikin dengan campuran si labu kuning ini. Eh tapi eh tapiii.. sampai di Malang tetep cantik di bungkus plastik masuk kulkas hahaha.. Tak tersentuh hihihi. Cuma ada bayangan saya kue apa yang pengen saya bikin, tp hanya dalam bayangan, bukan kenyataan wakakak. Akhirnya, saya pecah juga si labu ini, trus dikukus. Setelah itu mau dibikin apa? Tunggulah nanti, ini hanya foto-foto labunya saja.. hihihi.. Nyoba dark foodphotography. Hasilnya cukuplah dengan kamera pocket yang sangat minimalis.. #menghibur diri sendiri :D

Saturday, May 3, 2014

Malang Tempo Doeloe Di Masa 2014

Sudah seminggu sebelumnya saya mendapat informasi mengenai akan diadakannya kembali Malang Tempo Doeloe atau banyak disebut dengan MTD. MTD ini adalah hiburan rakyat yang bertemakan Malang di masa lampai alias tempo doeloe. hehe. Sejak tinggal di Malang tahun 2008, saya gak pernah absen untuk lihat acara ini. Menurut saya acaranya bagus, mengenalkan budaya di jaman dulu, baik tu dekorasi, permainan rakyat, tarian, wayang kulit bahkan kostum yang dikenakan warga Malang yang menghadirinya bak rakyat pada jaman dahulu, pakai batik sih pada umumnya.

Nah, tahun ini denger berita tersebut, saya dan suami antusian pengen lihat. Karena tahun lalu acara ini di tiadakan karena yang punya gawe, Yayasan Inggil lagi ikut pencalonan walikota Malang, tapi sayang gagal dan di menangkan oleh Pak Anton. Bagaimana lengkapnya? saya gak tau masalah begitu-begituan. So lupakan! hihihi. Infonya, MTD diadakan tanggal 2 Mei, hari Jum'at dan hanya sehari. Padahal tahun-tahun sebelumnya diadakan 3hari berturut-turut. Woke, cuma satu hari dan hari jum'at pula, hari kerja! Dapat di pastikan dateng sore hari atau abis magrib sepulang suami kerja. Dan sudah pasti jam-jam tersebut bejubel banget orang yang pada datang. Tahun-tahun sebelumnya, gak pernah datang malam hari, datengnya siang-sore hari di hari sabtu atau minggu, dan magrib itu sudah keluar dari area MTD. Karena belum begitu banyak orang yang datang, jadi masih bisa leluasa nonton acara tersebut, jajan makanan jaman dulu, seperti gulali, jajanan pasar, soto bening atau hanya sekedar nonton permainan rakyat jaman dulu dan tentunya berfoto ria hihihi.

Wednesday, April 30, 2014

HOMEMADE ICE CREAM

Setelah berseliwetan resep es krim di mana-mana, ada yang pakai maizena, pakai SP, pakai wiphcream. Saya kepengen juga nyoba bikin. Dulu pernah bikin dari wiphcream saya campur alpukat, rasanya lembuuuttt banget, enaakk... Saya lupa sudah pernah posting disini apa belum, saya cari kok gak ketemu, waktu itu saya bikin untuk lomba, tp gak menang hihihi. Oke, lupakan! hihihi. Eh ada ding ketemu, disini linknya. Aseli super lembut itu, karena cuma pakai wihpcream saja.
Kemaren saya nyoba bikin es krim yang dari SP. SP itu emulsifier atau pelembut untuk membuat cake. Ternyata bisa juga di gunakan untuk bikin es krim. Cuma saya gak pernah pakai SP, saya pakainya alfagel dan quik 75. Jadi, kali ini saya pakai quik 75 saja karena jika bikin cake cepet banget ngembangnya. Saya dari dulu maju mundur untuk bikin es krim pakai emusifier, karena pakainya 1sdm penuh atau sekitar 30gr dan tanpa di masak lagi. Tapi setelah beredar kalau emulsifiernya di tim dulu saya beranikan untuk mencoba. Dan mohon maaf sekali, saya gak tau sumbernya ini dari siapa, resep siapa, karena begitu banyak yang sudah mempraktekan jd simpang siur ini resep dari siapa. Dan saya ijin copy resep dan di praktekan tp tetep versi saya hehe


FLOWER PIZZA

Haha.. pengen ketawa aja saya waktu ngasih judul di tulisan ini. Sebenernya gak tau juga mau dikasih judul apa. Wong ini hasil keisengan saya. Bentuknya jadi bentuk suka-suka saya. Jadi terserahlah mau berimajinasi apa untuk menggambarkan bentuk pizza semacam ini,

intinya ini pizza, resep seperti sebelumnya, belum mencoba dengan resep yang lain. Cuma tadi malam bikinnya cuma dari 125gr tepung terigu. Iyah, ini bikinnya tadi malam, so.. pagi ini tinggal fotonya saja. Bikin untuk makan malam saya, dan cemilan si bapak dan Akilla. Si bapak kurang begitu suka pizza, jadinya makan cuma sepotong 2potong saja, habis itu makan nasi hihihi. Kalau Akilla karena sudah makan nasi, jadi dia makan hanya sepotong saja, pastinya karena sudah kenyang :). Saya, makan hampir setengah loyangnya wakakakak. Kenyaaannngg. Sisanya dibuat cemilan si bapak sambil nonton tipi :D.

Tuesday, April 29, 2014

REMPEYEK KEMBANG GOYANG

Sebelum lihat postingannya mbah Diah Didi tentang bikin rempeyek kembang goyang, dulu pernah lihat di toko oleh-oleh ada rempeyek yang bentuknya seperti kembang goyang. Dan sejak saat itu pengen bikin sendiri rempeyek di cetak dengan cetakan kembang goyang. Cetakan sudah beli dulu banget, tp belum pernah di pakai hihihi. Eh, kok mbak Diah Didi posting rempeyek dengan di model seperti kembang goyang, duh makin semangat bikinnya nih hihihi. Tapi resepnya pakai resep saya sendiri, nggak pakai resepnya mbak Diah Didi. Hampir sama sih, mb Diah Didi pakai santan saya cukup pakai air. Lebih ekonomis hihihi. Seperti rempeyek-rempeyek yang sebelumnya saya pernah bikin.

Menu hari ini pecel ponorogo, jadi pas banget kalau lauknya rempeyek kacang. Sebenernya pengen banget bikin bumbu pecelnya sendiri, tp gak sanggup nguleknya hihihi. Kalau pakai grinder atau chopper hasilnya tentu sangat berbeda dengan yang di tumbuk/diuleg. Ada sih solusinyanya, di selep di tukang selep bumbu hahaha.. Tp kok ya rasanya nylilit kalau cuma bikin dari 250gr kacang hihihi. Dan untuk sambel pecelnya beli yang sudah jadi di warung pecel ponorogo langgangan, tinggal di encerin saja dengan air panas. Kenapa pecel ponorogo, karena rasanya ini lebih ringan dibandingan pecel dari wilayah lain. Apalagi pecel di jember, bikinan ibu, pakai kencur. Bapaknya Akilla gak sebegitu doyan. Nah, kalau pecel ponorogo ini gak pakai kencur, Akillapun juga doyan, tentunya yang gak pedes :)

Weeiittss, back to rempeyek kembang goyang yaaa.. Dasarnya sama aja seperti bikin rempeyek, butuh banyak minyak juga, tp kali ini di cetak pakai cetakan kembang goyang. Bapaknya Akilla saat makan jadi nanya, "opo iki?" / "peyek" / "owalaahh". Hihihi.. gak nyangka kali ya kalau itu rempeyek kacang. Mungkin pikirnya, "masa kembang goyang buat lauk" hihihi. Tapi setelah dibikin lauk malah di cemilin hehehe


Wednesday, April 23, 2014

Dari Burger Ke Burger

Setelah kemaren mereview dan mengulas mengenai si burger nan eksotis Burger Shot, kok ya pengen menulis juga aneka burger yang pernah saya rasakan. Dari sebelum banyak kedai burger bermunculan, adanya burger waktu itu masih di McD saja sampai sekarang bertebaran kedai burger dimana-mana sampai di pedagang emperan pinggir jalan. Tapi kali ini sepertinya tanpa foto hiks.

Duluuu, waktu masih sekolah beli burger itu di McD, enak munurut saya, karena gak ada pilihan lain hihihi. Cuma kalau makan, acar mentimunnya saya tarik keluar dulu, gak suka hihihi.. Disini burgernya tanpa sayur. Dan termasuk jung food juga kan? hihihi. Begitu mulai ada kedai burger dan saya hamil, saya gak pernah ke McD lg, only homemade food, demi anak hehehe. Tp tetep aja masih jajan di luar, krn waktu itu belum bisa bikin burger sendiri, belum punya oven pula :D

Waktu itu lagi rame BURGER BUTO KEDAI 27, di Jl. Sarangan Malang. Dengan harga yang cukup terjangkau, 4thn yang lalu, masih 8rb, sekarang gak tau berapa harganya hihi, bisa makan burger yang super gede, yang gak mungkin di makan secara di pegang dan tinggal mangap ombo, harus pakai pisau untuk memotongnya. Saat pesanan datang, rasanya pengen buru-buru menyantapnya. Gigitan pertama, nyeess, manis rotinya, sesuap demi sesuap berusaha saya babiskan tapi terpaksa gak bisa habis, eneg rasanya, karena manis si roti. Setelah itu pernah kesana lagi saat temen berkunjung ke Malang, tp saya gak makan burger, makan nasi bakar,  karena disana kebetulan juga ada menu nasi bakar juga :D. Porsi yang cukup imut kalau di bandingkan dengan burger yang super gedhe hehe. Trus pulangnya juga beli burger buto ijo, buat oleh-oleh. Seperti apa itu? Segede buto ijo beneran gak? hihihi. Roti berbentuk bulat bolong tengahnya, mirip cake di panggang di loyang tulban, warnanya hijau, diameter ada kalau sekitar 20cm. Masih tetep rotinya manis, ada sayur, tomat, mentimun dan nugget!! Iya, gak salah ini nugget kemasan yang di goreng bukan patty daging yang di panggang. Tapi gak tau lagi ya sekarang seperti apa, sudah lama saya gak kesana lagi, jd gak tau perkembangannya. Cuma pernah lewat sana, biyuuhhh, makin rame saja yaa.. sampe antri panjang.. :)

Setelah itu berbekal info dari temen, ada namanya BURGER BUND-DER INDONESIA, lokasinya di Jl. Bengawan Solo, belakang rumah sakit lavalette, deket SMP 5 Malang. Enak! itu kata yang bisa menggambarkan rasa dari burger ini sampai gigitan terakhir.  Apalagi disini ada patty beef yg krispi, jd habis dipanggang, celum telur balur bread crum dan goreng, jdnya krispi. Rotinya empuk, lembut. Harga waktu itu kisaran belasan ribu rupiah, masih hamil si Akilla, 3thn yg lalu berarti hihihi, lama sudah tak kesana karena setiap kesana selalu tutup, gak setiap hari bukanya. Dan kalau disini siap-siap antri luamaaaaaaaaaa... walaupun saya lihat penjualnya cekatan sekali, tp tetep tidak nututi karena begitu banyak yang membeli, akhirnya antri deehhh.. Oia, disini sepertinya emang harus di bawa pulang, karena gak ada meja kursi.

Setelah ituuu... luamaaaaaaaaaaaaaa gak beli burger lagi. Akilla lahir, saya mulai belajar baking lagi. Dan akhirnya bisa bikin burger sendiri. Saat Akilla sudah bisa makan semua makanan orang dewasa, ternyata dia seneng banget sama yang namanya burger! Selalu saya sempetin bikin, dan Akilla adalah penggemar setia burger bikinan Mamanya hihihi. Sampaiiii, kalau Mamanya lagi malas bikin, dia nagih terus, terpaksa saya beli burger juga buat nutup mulut si Akilla wakakakak. Oke selain di BURGER BUTO saya taunya di BIG BURGER Jl.Soekarno Hatta. Nyobalah beli disana karena lihat gambar di promonya bikin ngiler. Dengan harga 13rb atau 14rb (maaf lupa hihi), dapat 1pcs big burger dengan keju slice di dalamnya. Gigitan pertama, Akilla bilang, "sudah, ma. mama saja" Hmmm...  Untungnya saya juga pesan nasi goreng dan mie goreng, jd Akilla masih ada pilihan makanan lainnya. Selanjutnya saya dan bapaknya Akilla yang nglanjutin makan itu burger. Bener saja, rasanya menurut saya gak "pas" entah apa yang membuat gak pas. Untuk doughnya sih empuk, gak manis. Tapi pattynya rasanya kurang pas di lidah saya. Asin nggak, pedes merica enggak, rasa bawang jg enggak. hehe. Bawang bombay goreng tepungnya alooooooooottt pakai benget. Sudah di goreng berkali-kali sepertinya, untuk di hangatin ulang. Begitu pula si patty, sudah matang tinggal menghangatkan saja bukan dari daging trus dipanggang. Okedeh, cukup sekali saja makan burger disini hehe.

Kebetulan saya juga mengikuti sebuah grup tentang wisata kuliner di Malang. Disana saya memperoleh info kedai burger yang baru saja buka tp mendapat testimoni yang mengatakan bahwa burgernya enak. Waahh, kebetulan nih, Akilla lagi nagih burger lagi. KEDAI MEET LOVER nama kedainya, lokasi KedaiML Jl Trunojoyo 35 di daerah perempatan klojen, jadi satu dengan kantor penjualan tiket bus kramat jati, sebelah kongkow cafe. Jadi daerah sebelum stasiun kota malang. Buka setiap hari jam 16.00-23.00 Pertama dateng, pelayanannya bagus, masih muda-muda :). Saya pesan yang patty beefnya berat 70gr. Harga 13rb. Ada beberapa pilihan menu burger dengan patty ayam atau daging dengan berat yang berbeda, tentunya dengan harga yang berbeda pula hehe. Saya kesana pas gak ada promo, padahal beberapa hari sebelumnya, menurut infonya, ada promo beli satu beef burger free satu chichen burger. Aaahhh, bukan rejeki saya haha.  Sambil nunggu burger matang, ternyata si Akilla kebelet pipis. Numpang kamar mandinya, ternyata bagian dalamnya luaasss tp sereeemmm, kamar mandinya kamar mandi tua, dan gak ada lampunya. Akilla pipisnya aja di depan pintu gak berani masuk. hahaha.. Saya saja memberanikan diri ngambil air buat nyiram lantai dan cepet-cepet pergi dr sana :D. Setelah dari kamar mandi ternyata burgernya sudah siap, tinggal bungkus dan bayar. Nyampai rumah, Akilla langsung semangat mangap ombo, dan "enak, ma" sambil terus ngunyah. Saya juga nyicipin dong hihihi. Beneran enak, daughnya lembut, berserat, empuk jadinya. Patty dagingnya juga enak. Berasa banget daging sapi dan cincangan bawang bombay. Rasanya pas banget antara patty, mayo, sayur, tomat, timun dan saos sambal/tomat. Disertai saus sachetan di boxnya. Enak lah intinya.. 8/10 nilainya bagi saya.. :). Patut untuk kembali lg kesini hihihi
Dan ini si Akilla waktu makan burgernya,
Saking senengnya, sampe ngeblur fotonya :D


Setelah ituuuuuuu.. gak pernah jajan burger lagi, sampai kemaren itu penasaran beli burger yang warnanya hitam si Burger Shot.

Sekian sekilas info dari burger ke burger yang pernah saya beli dan saya makan.. Next kalau ada kedai burger lain dan saya beli, insyaallah saya posting lg biar jd referensi buat temen-temen yg suka wisata kuliner khususnya burger. Dan yg perlu di garis bawahi, rasa itu relatif ya.. disesuaikan dengan lidah masing-masing orang. Dan ini menurut lidah saya.. :)

Selamat berwisata kulineeerrr! Jangan lupa saya di ajak yaaaaa... hihi

Tuesday, April 22, 2014

REVIEW: BURGER SHOT

BURGER SHOT, kill your hunger!  Tepat di perut Akilla! mungkin itu kata-kata yang tepat saat saya membeli burger ini. Setelah 5hari makan hanya sesuap atau bahkan tidak makan karena batuknya. Dan setiap kali di tanyai makan apa, dia bilang gak mau makan, mau main kereta api saja! euuhh.. pusing emaknya.. Tapi saat di ajak ke kedai burger, dan di sodori burger, dia gak sabar untuk membuka mulutnya lebar-lebar, "mangaaapp ombo gini ya, Ma" #sambil membuka mulutnya hihihi. Segigit demi segigit dia kunyah burgernya sampai hampir 1/3bagian masuk dalam perutnya. Alhamdulillaaahhh.. :). Itu berarti burger ini masuk kategori enak di lidah dia hihihi.

Oke, back to review burger shot. Saya tertarik membeli burger ini karena warna hitam doughnya alias roti burger. Berbeda dengan burger lain yang pernah saya beli. Terus terang ya, kami (saya dan suami) dulu pernah berencana membuka kedai burger dengan roti yang warnanya hitam! Karena waktu itu lagi hits banget makanan bertema "setan" alias pedas. Jadi kenapa enggak si burger juga di tampilkan dengan tema gotik alias hitam. Tapiiii itu hanya rencana belum terealisasikan. Ah sudahlaahhh :) Ternyata sekarang ada burger hitam, dan ekspresi suami saat tau burger ini hanya senyum datar :D

Lokasi dari kedai ini di Jl. Terusan Borobudur no.65 Malang. Tapi setiap kali lewat tidak pernah tau di mana tempatnya, mungkin waktu itu lagi tutup. Sampai kemaren itu sepulang latbar jelly art, mampir ke rumah om Somy di jl Gajayana, pulangnya pasti lewat sini, tengok kanan jalan, akhirnya saya menemukannya! hihihi. Tepat depan ruko-ruko yang dulunya warung pojok, sekarang jadi deretan ruko salah satunya indomaret dan kaizen. Sebelahnya serabi notosuman dan warung padang.

Monday, April 21, 2014

PANDAN BREAD PUDING

Ini adalah makanan yang pertama kali saya bikin saat masih belajar bikin kue. Simpel, mudah dan pasti suksesnya hahaha. Karena berbahan roti tawar, susu uht, gula dan telur. Untuk rasa atau toping bisa disesuaikan dengan apa yang ada, bisa apel, nangka, pisang, kismis, keju, cokelat, apapun bisa masuk deh. Dan sudah lama saya gak bikin bread puding lagi. Hari ini bikin lagi karena ada stok roti tawar pandan yang tidak terjamah. Beli ini karena Akilla pengen roti bikinan mamanya, tp ternyata sudah tertelan di perut bapaknya :D. Akhirnya belilah roti tawar pandan ini. Dan apa yang terjadi setelah itu, cuma satu gigit doang! Hiyuuhhh.. Selebihnya gak ada yang makan, baik saya maupun bapaknya :D Baiklaaaaahhh, harus di olah ini biar bisa kemakan. Untuk memulaan, setelah Akilla sembuh dari batuk, bikin bread puding aja, karena gak mengandung lemak/minyak.



INHALASI VS LATBAR JELLY ART LANGSUNGENAK

Lho kok sampai di inhalasi? Emang sakit asma? Kalau cuma batuk gak perlu di inhalasi, nanti sembuh sendiri. Whateverlah kata mereka. Banyak pendapat mengenai inhalasi atau bahasa awamnya di uap. Kami memutuskan di inhalasi untuk Akilla karena batuknya sudah berkepanjangan dan sering banget, sampai gak bisa tidur, gak mau makan. Ngekel, gitu bahasa jawanya. Kasian banget saat liat dia batuk sampai wajahnya memerah, pasti dada dan perutnya sakit banget. Jangankan anak kecil yang sakit batuk sampai segitunya, yang tua aja kalau sakit batuk rasanya ampun-ampun. 

Nah Akilla ini masih belum bisa memuntahkan dahak, akibatnya ketelen lagi, gatel lagi tenggorokannya, dan batuk lagi. Begitu selanjutnya. Dan batuk kali ini di sertai demam sampai 38,9 derajad Celcius. Akilla belum pernah batuk diseritai demam tinggi, biasanya batuk hanya 1-2hari sudah baikan. Cukup saya terapi jemur matahari pagi, minum air anget. Kalau udah rada sering batuknya, saya beri minum Ambroxol syrup. Tapi kali ini, 2 hari batuk ngekel dan deman, saya masih terapi di rumah dengan jemur matahari, minum air anget, minum ambroxol syrup dan paracetamol saat termometer menunjukkan angka diatas 38derajad celcius. Tapi belum ada perubahan, akhirnya hari ke-3, saya bawa ke dokter di RSIA Puri Bunda, obatnya masih sama cuma di tambah dengan anti radang. Sampai hari ke-4 tidak ada perubahan sama sekali, malah makin menjadi. Baiklah, keputusan kami akhirnya jatuh pada diuap saja. Saya bawa ke rumah sakit tersebut kembali, tp kok ya di lempar sana-lempar sini, gak ada perawat atau dokter jaga, ruangan inhalasi malah di kunci, tanya resepsionis, cuma suruh nunggu. Lha yang ditunggu ini siapa, dimana orangnya? Duuhh!! Mana Akilla makin batuk aja. Akhirnya langsung ke RS Lavalette. Disana langsung masuk IGD, dan cepat di tangani. Kasih obat di alat yang namanya nebulizer, pasang selang dan taruh di hidung dan mulut Akilla, pencet tombol "ON", uap mulai muncul dan alhamdulillah Akilla gak nangis, bahkan dokter dan perawat pada komentar, "pinter, gak nangis blas" hihii.. Pengen sembuh! itu yang ada di pikiran Akilla, mungkiiinnn hihihi. Sekali diinhalasi rada berkurang batuknya, dia mulai bisa tidur, cuma sesekali aja bangun dan batuk. Di inhalasi ulang 8jam kemudian. Dan untuk malam ini Akilla dan mama-bapaknya bisa tidur rada angkleerrr, setelah malam-malam sebelumnya gak bisa tidur nyenyak. Hari ke-2 diinhalasi batuknya jauuuuuuhhh berkurang, cuma sesekali saja batuknya. Dan hari ke-5 ini Akilla bisa tersenyum, mau bergerak dari tempat tidurnya dan sudah tidak demam lagi. Alhamdulillaaahhh.. Tapiii, tetap masih gak mau makan. Akibatnya berat badan yang naiknya ogah-ogahan, langsung terjun bebas 1,5kg. hiks. Gak papa deh, nanti pasti doyan makan lagi dan genjot berat badan lagi. Dan total diinhalasi sebanyak 4kali.


Wednesday, April 16, 2014

SIOMAY

Ini akibat ngiler sama postingan temen-temen yg pada upload foto siomay. Kebetulan juga bahan-bahan semua ada di kulkas. Tinggal management waktu aja, supaya makanan yg ada di meja gak ada yang tersisa. hihihi.. Kalau bikin dobel-dobel kan sayang, pasti ada yg gak kemakan. Dan mulai kemaren Akilla batuk, Mamanya gak bisa sedikitpun bergeser dari tempat dia, termasuk masak. Alhasil semua makanan beli mateng. Hari inipun juga begitu, gak belanja, gak masak. Tadi pagi cuma sarapan sama sayur asem. Akilla makan cuma sesuap. Siangnya, mumpung Akilla bobok, Mamanya buru-buru uplek bikin siomay. Berharap saat Akilla bangun, siomay mateng, Akilla nafsu makan, krn siomay dia suka. Eh tapi eh tapiiii... sami mawooonn! Dia seneng saat saya bilang bikin siomay dan dia jawab mau makan. Ehhmmm.. cuma habis 1bakso + 1/2 siomay. Sudah! Perutnya kenyang, kata si Akilla. Ya sudah, Mamanya saja yg menghabiskan.. hihihi.. 


Tuesday, April 15, 2014

ROTI HIME

Hime? Apa itu Hime? Hime adalah salah satu merk dari produsen tepung Sriboga. Ini jenis tepung terigu protein tinggi, sekelas dengan tepung terigu protein tingginya jepang, merk komachi. Jadi cocok banget buat roti. Sudah ada logo halal MUI, jd aman laahh.. :). Sayangnya produk ini masih tidak banyak di jual di TBK atau supermarket. Saya beli tepung ini dari temen, Mb Cincha Sheehan, yg dia memang memasarkan produk ini. Jadi untuk diluar malang bisa beli online.

Akilla lebih seneng rerotian daripada cake. Burger, pastilah hihihi. Dan roti manis isi cokelat/selai. Kalau mamanya gak bikin selalu merengek minta belikan S*riR*ti. Duh, makin hari makin mahal aja. Sebungkus harganya 12rb, wiiihhh bisa beli tepung sekilo itu. Dan kalau dibikin roti bisa jadi banyaaaakkkk... hihihi. Dasar emak-emak yaaa... itung-itungan mluluuu. hihihi. Tapi gak papa-lah mending bikin sendiri, bahan yang di gunakan kita sudah tau kebersihannya, insyaAllah aman bagi anak dan keluarga kita. Apalagi kalau pakai tepung hime ini, aseliiiiii deh hasilnya tak kalah sama produk pabrikan yang harganya mahaaalll... empuukkk, nyempluuukk, seratnya bagus banget! Gak rugi hasil nguleni pakai LG alias Lengan Gede wakakakakak. Seperti ini rotinya, ini pakai isian cokelat,


Monday, April 14, 2014

TAHU BAKSO GORENG

Ini cemilan semalam yang memanfaatkan apa yang ada di kulkas, bikinnya cepet, hasilnya pada suka. Ada ayam cuma 125gr dan tahu goreng. Biar tetep ada seratnya di campur wortel. Sip deh bikin tahu bakso saja. Dan sepertinya makin sip karena di kulkas ada bumbu kacang, sisa bikin sate ayam. Bukannya sisa sih emang sengaja bikin agak banyak. Nah sewaktu-waktu pengen sambel kacang atau saus kacang tinggal "plung" jadi deh. hehe.

Bikinnya cepet, tinggal chopper daging ayam dan wortel, kasih tepung kanji/tapioka.sagu, putih telur, bumbu, aduk rata, isi ke tahu goreng. Kukus sebentar, mateng, dinginkan, potong-potong goreng sreeeeeennnggg.. Jadi deh tahu bakso goreng yang kreesshhh kreesshh kriuk.. Cocol saus kacang makin siiippp.. 


Friday, April 11, 2014

BEBEK GORENG SINJAY ALA NANDANGWUYUNG

Bebek goreng adalah salah satu makanan kesukaan kami, saya dan suami.  Dulu waktu masih hamilnya si Akilla hampir setiap minggu makan bebek. Eh gak setiap minggu sih, setiap kepengen hahahaha. Beli di bebek goreng pak slamet. Yang jadi andalannya itu bebek goreng sambel korek. Bebeknya enak, empuk, sambelnya nyoosss.. Tapi makin lama kok ya makin mahal saja hiks.. Dan setiap kesana slalu kehabisan bagian dada, yang ada tinggal bagian paha. Padahal yang tebel dagingnya kan dada hihihi. Malah pernah juga kehabisan, padahal masih sore pula. hmm.. Sekarang kalau pengen bebek beli di warung lalapan pinggir jalan, rasanya lumayan sih, tp ya emang tidak seempuk bebek goreng pak slamet. Yang penting masih bebek lah, bukan gajah wakakakak.

Nah, tadi pagi itu belanja di tukang sayur kok gak ada minat di beli. Ada hati sapi dan saya beli, tp urung saya olah, langsung masuk freezer saat penjual ayam kampung lewat depan rumah. Rencananya beli ayam kampung saja. Eeehhh, kok tinggal seekor dan gedhe bangeeettt.. ayam babon. Enak sih besar tp harganya yo besar hihihi. Jadi pandanganku beralih ke bebek. Yang postur tubuhnya lebih langsing ketimbang ayam babon hihihi. Beli seeokor deh. Langsung punya ide dimasak bebek goreng sinjay saja. Nyoba bereksperimen bumbu bebek goreng sinjay berbekal pernah makan bebek sinjay yg asli :D. Ehh, kok ya bahan-bahannya pada gak punya. Syukur alhamdulillah ada tukang sayur lewat, padahal tadi udah siang, jam 9.30-an. Beli bumbu-bumbunya deh.. Tapiii, ditinggal njemput Akilla sekolah dulu, abis itu siap tempurrrr!!

Thursday, April 10, 2014

OLOR GORENG


Olor bagi sebagian orang adalah sesuatu yang asing. Saya juga begitu. Berawal 2tahun yang lalu baru pindah ke rumah ini, tukang sayur nawarin, "olor, mbak?" / "Olor? apa itu olor?" Si tukang sayur langsung menunjukkan seperti apa itu olor. Bentuknya mirip pipa, panjang, putih, lembek. Ternyata itu adalah sumsum tulang punggung sapi. Ya saya jadi tau. Dan akhirnya setiap tukang sayur bawa olor saya selalu membelinya. Waktu itu Akilla masih full ASI belum MPASI. Jadi itu hanya untuk mama dan bapaknya saja hehe. Tapi setelah Akilla MPASI bahkan sudah makan makanan keluarga eeehh si olor ini susah di temui. Selain tukang sayurnya jarang lewat sini dan saat lewat sinipun gak pernah bawa olor. Mau beli di penjual sapi di pasarpun susah mendapatkannya, harus pesan dulu. Kenapa saya mencari si olor ini kembali? Karena Akilla pasti suka dengan makanan yang teksturnya kenyil kenyil hihihi. Dan katanya olor ini banyak khasiatnya, bisa buat obat, katanyaaa... saya sendiri gak paham untuk obat penyakit apa hehe. Ntar browsing ah apa manfaat dari si olor ini.. :)

Dan ternyata ibu dari teachernya Akilla adalah seorang penjual sayur di rumahnya. Iseng-iseng tanya, apa jual olor? Ternyata jual, tp harus pesan dulu. Gak tiap hari ada. Baiklah tak apa. Lebih dari seminggu baru ada. 250gr harganya 10rb. Sedikit ternyata, cuma cukup skali makan bagi Akilla hihihi. Abis di buat lauk lanjut di cemilin. Enak katanya, kenyil-kenyil hihihi.. Habisin deh Nak, selama kamu seneng. Aahhh ternyata begini ya jadi orang tua, apa yang di sukai anak, para orang tua rela cuma nyicipin sepotong. hihihi.. Dulu saya suka marah sama Ibu, kenapa makanan kok gak di makan. Jawabnya ibu waktu itu sih sederhana, "nggak, buat kamu aja". Pikirku waktu itu, kalau ada makanan ya di makan aja, gak usah disisa-sisain. Ternyataaaa... saya baru nyadar sekarang, apa yang anak suka, orang itu terutama si Ibu pasti menyisakan untuk si anak saja. Ibunya mending makan sama sambel aja.. hihihi.. Gak segitunya sih ya.. :D