Lho kok sampai di inhalasi? Emang sakit asma? Kalau cuma batuk gak perlu di inhalasi, nanti sembuh sendiri. Whateverlah kata mereka. Banyak pendapat mengenai inhalasi atau bahasa awamnya di uap. Kami memutuskan di inhalasi untuk Akilla karena batuknya sudah berkepanjangan dan sering banget, sampai gak bisa tidur, gak mau makan. Ngekel, gitu bahasa jawanya. Kasian banget saat liat dia batuk sampai wajahnya memerah, pasti dada dan perutnya sakit banget. Jangankan anak kecil yang sakit batuk sampai segitunya, yang tua aja kalau sakit batuk rasanya ampun-ampun.
Nah Akilla ini masih belum bisa memuntahkan dahak, akibatnya ketelen lagi, gatel lagi tenggorokannya, dan batuk lagi. Begitu selanjutnya. Dan batuk kali ini di sertai demam sampai 38,9 derajad Celcius. Akilla belum pernah batuk diseritai demam tinggi, biasanya batuk hanya 1-2hari sudah baikan. Cukup saya terapi jemur matahari pagi, minum air anget. Kalau udah rada sering batuknya, saya beri minum Ambroxol syrup. Tapi kali ini, 2 hari batuk ngekel dan deman, saya masih terapi di rumah dengan jemur matahari, minum air anget, minum ambroxol syrup dan paracetamol saat termometer menunjukkan angka diatas 38derajad celcius. Tapi belum ada perubahan, akhirnya hari ke-3, saya bawa ke dokter di RSIA Puri Bunda, obatnya masih sama cuma di tambah dengan anti radang. Sampai hari ke-4 tidak ada perubahan sama sekali, malah makin menjadi. Baiklah, keputusan kami akhirnya jatuh pada diuap saja. Saya bawa ke rumah sakit tersebut kembali, tp kok ya di lempar sana-lempar sini, gak ada perawat atau dokter jaga, ruangan inhalasi malah di kunci, tanya resepsionis, cuma suruh nunggu. Lha yang ditunggu ini siapa, dimana orangnya? Duuhh!! Mana Akilla makin batuk aja. Akhirnya langsung ke RS Lavalette. Disana langsung masuk IGD, dan cepat di tangani. Kasih obat di alat yang namanya nebulizer, pasang selang dan taruh di hidung dan mulut Akilla, pencet tombol "ON", uap mulai muncul dan alhamdulillah Akilla gak nangis, bahkan dokter dan perawat pada komentar, "pinter, gak nangis blas" hihii.. Pengen sembuh! itu yang ada di pikiran Akilla, mungkiiinnn hihihi. Sekali diinhalasi rada berkurang batuknya, dia mulai bisa tidur, cuma sesekali aja bangun dan batuk. Di inhalasi ulang 8jam kemudian. Dan untuk malam ini Akilla dan mama-bapaknya bisa tidur rada angkleerrr, setelah malam-malam sebelumnya gak bisa tidur nyenyak. Hari ke-2 diinhalasi batuknya jauuuuuuhhh berkurang, cuma sesekali saja batuknya. Dan hari ke-5 ini Akilla bisa tersenyum, mau bergerak dari tempat tidurnya dan sudah tidak demam lagi. Alhamdulillaaahhh.. Tapiii, tetap masih gak mau makan. Akibatnya berat badan yang naiknya ogah-ogahan, langsung terjun bebas 1,5kg. hiks. Gak papa deh, nanti pasti doyan makan lagi dan genjot berat badan lagi. Dan total diinhalasi sebanyak 4kali.
